CARDIGAN ALNITA
ALNITA CARDIGAN ACR 01
Harga Ecer Rp 157,000
Berat : 0 gram
Bahan Diamond Pasir
adalah bahan yang bertekstur seperti kulit jeruk namun, apabila dipegang seperti ada butiran pasir.
Bahan ini juga lembut, tidak mudat kusut, & ringan.
Detail:
-Saku Depan
WA 085236808262
Menerima Pendaftaran Reseller
Syarat Ketentuan Berlaku
#Cardigan
#CardiganAlnita
#Alnita
https://www.instagram.com/p/B0k2YnLF8BC/?igshid=djqki8g9rba0
AGEN NIBRAS LAMONGAN
Nibras Fashion Group
Assalamu'alaikum wr.wb...
Kami Agen Nibras Lamongan
Siap melayani kebutuhan anda untuk memperoleh produk asli dari Nibras Fashion Group.
Untuk informasi dan pemesanan, maupun daftar reseller bisa kontak kami melalui WA 0852 3680 8262
Syarat dan ketentuan berlaku.
Kami melayani pembelian subsidi ongkir bahkan gratis ongkir dengan belanja di toko melalui market place Shopee, kami juga berjualan di Tokopedia.
Insyaallah amanah, jadi jangan ragu untuk memesan belanja produk Nibras, Alnita, Hai Hai yang original melalui kami.
Terimakasih...
#NIBRAS
#NibrasFashion
#NibrasHijab
#NibrasMuslim
#HappyShoping
ADA APA DENGANMU LIA…?
Seorang gadis kecil menangis meraung-raung di ruang tamu,
tak dipedulikannya semua orang yang berusaha menakut-nakutinya dengan tujuan ia
menghentikan suara tangisannya yang berisik memekakkan telinga, membahana
memenuhi seluruh sudut rumah, juga melenggang dengan bebasnya diterbangkan
angin nakal yang ingin berbagi suara tangis si gadis badung itu dengan para
tetangga dan orang-orang yang kebetulan lewat didepan rumahnya. Ia tak
peduli bahkan bila deretan nama-nama
setan sekalipun di paparkan untuk
membuatnya takut, tapi ia tetap tak bergeming, dia sedang asyik dengan dunianya
sendiri. Menggelepar-gelepar, meronta
bagaikan ikan yang kekurangan air. Orang tuanya memanggil teman-temannya
berharap ia akan berhenti menangis karena malu ada temannya melihat
kelakuannya. Tapi dasar anak-anak mereka tak membuatnya diam, malah semakin
menjadi, karena diolok-olok. Tak pelak benda apapun yang ada didekatnya
melayang kearah teman-teman yang mengolok-oloknya, sontak rombongan anak-anak
itupun bubar, ada yang melarikan diri, namun ada juga yang membalas
lemparannya, dengan meneriakinya “gila”.
Gadis kecil itupun berlari masuk kebawah kolong tempat tidurnya. Orang-orang yang sibuk menenangkannya atau
yang menakut-nakuti, dan menyakitinya bahkan nyaris menyerah. Ya ia tersakiti,
tak hanya tubuhnya akan tetapi juga
jiwanya tak luput dari rasa sakit, tapi ia tidak perduli, ia akan tetap
mengulanginya lagi bila ia merasa tidak nyaman akan sesuatu.
Bila sudah seperti itu, berjam-jam lamanya ia akan betah
untuk berkreasi dengan lagunya yang
bahkan mungkin mampu membuat pabrik obat sakil kepala laris manis
dibuatnya, demi memenuhi permintaan pembeli korban kebrutalan lantunan irama
yang cetar nan sumbang. Cicak di dinding semuanya bersembunyi menyelamatkan
diri, bila tahu caranya menggunakan kapas untuk menyumbat lubang telinga
mereka, mungkin para cicak di rumah
tersebut akan menambah tugasnya menjadi
penguntit kapas selain menjadi penguntit butiran nasi
Sebagian
cat di dinding rumah yang mulai mengelupas, mempercepat menggugurkan diri jatuh
ke lantai yang dingin, bahkan laba-labapun menggulungkan sarangnya untuk
bersembunyi, hanya jam dinding yang
tetap bergerak seirama waktu yang terus berputar, seakan stop watch yang akan
menghitung berapa lama kepiawaian si gadis kecil meluapkan tangisan protesnya.
Sudah
hamper lima jam, sinar matahari sudah mulai meredupkan diri, setelah letih
seharian memanggang apapun yang terkena sinarnya, begitupun si gadis kecil
sudah mulai letih, tangisannya tak lagi menghentak, berganti sedu sedan kecil
yang timbul tenggelam karena menahan kantuk, dan iapun akhirnya tertidur dengan
wajah yang kusut dan cemong sisa air mata yang mulai mengering. Entah apa yang
diimpikan dalam tidurnya, tapi sesekali suara
tangisnya yang sesenggukan terdengar kembali.
Para
penghuni rumah sibuk dengan urusan masing-masing, diluar rumah terdengar ada
anggota keluarga dan tetangganya yang sedang memperbincangkan kelakuan si gadis
kecil,yang baru saja terjaga, ia mendengarnya lamat-lamat di bawah kolong
tempat tidurnya yang gelap, namun baginya kolong tempat tidur itu sahabat
terbaiknya. Tak pelak pecahlah kembali tangisannya mendengar perbincangan
tersebut.
Dari
kejauhan terdengar suara adzan maghrib berkumandang, hari semakin gelap, segelap
hati si gadis kecil, suara jangkrik sayup-sayup terdengar menghiasi suasana. Datanglah suami
tetangganya tadi, ia baru pulang dari menarik becak, dengan lemah lembut ia
membujuk si gadis kecil agar mau menurut apa katanya.
“Sudah
diam, jangan nangis terus, tuh kan badanmu kotor, ayo lekas mandi, banyak
kumannya lho Lia” kata Kak Apin suami Yu Mia, seraya menarik Lia dari bawah
kolong tempat tidurnya dan segera menggendongnya ke belakang untuk mandi.
Lia
hanya menurut saja, air yang dingin mengguyur tubuhnya yang penat setelah
hampir seharian menangis, ditambah debu tipis di bawah kolong tempat tidurnya,
membuat tubuhnya semakin gerah.Tapi dengan mandi terasa menyejukkan dan air
mata tanpa suarapun ikut jatuh bersama jatuhnya air mandinya.
Kak
Apin dan Yu Mia adalah tetangga Lia, pasangan itu usianya lebih muda beberapa
tahun dari orang tua Lia, mereka baru dikaruniai satu orang anak laki-laki. Lia
sendiri tinggal dengan Nenek, Ibu, dan adik-adiknya, Bapaknya merantau untuk
mencari nafkah di luar pulau.
Lia
sudah selesai mandi, kini ia makan dengan disuapi Kak Apin, lagi-lagi air
matanya jatuh meleleh bercampur nasi yang ia makan, selesai makan Lia digendong
kerumah Kak Apin , malam itu Lia tidur dirumah Kak Apin dan Yu Mia.Udara malam
itu terasa dingin, bintang dan rembulan tersenyum melihat Lia yang tidur dengan
pulasnya, mungkin mereka sedikit bingung akan cerita matahari tentang Lia siang
tadi
Ayam
jago berkokok bersahut-sahutan, mentari pagi tampak masih malas untuk keluar
dari peraduannya, tapi karena penasaran dengan kabar Lia di pagi hari ini,
serta merta mentaripun segera menyingkirkan tabir awan yang menyelimutinya.
Lia
sudah siap berangkat sekolah, seakan ia sudah lupa dengan apa yang dilakukannya
seharian kemarin, beberapa teman dan tetangganya menyapanya, Liapun tersenyum
tersipu malu, menyahuti sapaan mereka dengan suaranya yang serak efek menangis
kemarin, begitupun sesampainya di sekolah, gurunyapun mau tak mau bertanya, dan
mencari tahu penyebab akan berubahnya suara Lia.
Lia…Lia…
Ada ada saja…
TANAMAN TERBAIK BEKAL HARI TUA
Bila muncul tren wanita tak lagi mau menikah, apalagi melahirkan, maka akan menimbulkan dampak
serius di masa mendatang untuk keberlangsungan suatu kaum atau Bangsa. Hal ini
di mungkinkan salah satu penyebabnya
adalah karena semakin tipisnya keimanan kaum wanita, sehingga mulai melupakan
kodratnya sendiri sebagai wanita, juga bisa di sebabkan banyak factor yang
lain.
Tuntutan kebutuhan hidup yang semakin tinggi, menjadikan manusia
berlomba-lomba untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya, tak terkecuali wanita,
di tambah budaya modern yang sangat menyuguhkan beragam cara hidup yang membuat
wanita terlena dan asyik terjebak di dalamnya. Sehingga berumah tangga dan
memiliki momongan menjadi suatu momok yang harus di hindari, karena akan
membelit wanita dengan beragam persoalan yang sedini mungkin harus di hindari
bagi mereka, demi mereguk kepuasan hidup yang bisa di katakana semu adanya.
Dunia modern utamanya di
Negara-negara maju memiliki semboyan
hidup yang mengabdikan diri untuk berlomba menarget akan pencapaian karier, kekayaan, keangkuhan, dan
ragam pencapaian yang lain. Sehingga memiliki kecenderungan memperbudak manusia
berkarakter individualis, melakukan
persaingan yang tidak sehat, dan yang terparah adalah bila sudah menjadikan
waktu sebagai Tuhan.
Waktu adalah sesuatu yang paling di hargai, sehingga kehadiran
pendamping hidup dalam ikatan pernikahan, terlebih seorang bayi hanya akan
menghabiskan waktu, tenaga dan biaya. Kenapa waktu….??? Karena dengan memiliki seseorang
yang harus di rawat, maka akan sangat menyita waktu dan perhatian, menjadikan
beban kerja bertambah, konsentrasi di tempat kerja terganggu, bahkan terpaksa harus meninggalkan pekerjaan untuk
beberapa waktu untuk cuti hamil dan memulihkan diri pasca persalinan.
Pengeluaran bertambah untuk kebutuhan merawat bayi, karena harus mencari
asisten rumah tangga, atau menitipkannya di semacam Taman Penitipan Anak. Bila biaya yang di keluarkan tak
sebanding dari gaji yang diperoleh di
tempat kerja, maka mau tidak mau, seorang Ibu bahkan harus rela meninggalkan
pekerjaannya untuk merawat bayinya. Karena itu waktu menjadi factor penentu
dari segala sebab akibat yang di timbulkan.
Wanita modern umumnya di negara-negara maju cenderung akan lebih
memilih mempertahankan karir daripada di ribetkan dengan tetek bengek hal semacam
itu, dia tidak akan rela bila karir bagus yang sudah di dapat dengan berbagai
rintangan dan persaingan terganggu, bahkan di mungkinkan lepas begitu saja
karena proses hamil dan melahirkan, atau
menjadi seorang Ibu.
Budaya wanita modern semacam ini membuat beberapa negara maju
memutuskan mengambil bermacam kebijakan memberikan bermacam fasilitas dan
tunjangan bagi penduduknya yang bersedia mempunyai anak, demi menanggulangi
dampak buruk yang akan dialami negaranya bila mayoritas penduduknya dalam hal
ini wanitanya tidak bersedia untuk melahirkan, untuk menjaga keseimbangan
antara populasi penduduk usia lanjut, usia produktif dan anak-anak.
Bermacam dampak dari menurunnya jumlah angka kelahiran pada suatu
negara yang berkelanjutan, menurut sumber yang saya baca adalah, melambatnya
potensi pertumbuhan ekonomi, yang di kenal dengan istilah GDP (gross domestic
product) di sebabkan daya konsumsi masyarakat
rendah, menjadikan pasar lesu dan biaya standar hidup pun akan mengalami
penurunan. Dampak lainnya, dana pensiun dan biaya untuk kesejahteraan sosial
akan meningkat, sementara pajak yang di hasilkan dari penduduk usia produktif menurun,
demikian juga alokasi kesehatan untuk para lansia akan meningkat.
Jika kita mau merenungi bagaiman masa depan kita tanpa seorang
anak, siapa yang akan merawat kita bila tiba masanya kita menjadi tua dan
rapuh, sudah tak sanggup lagi berbuat apa-apa untuk diri kita, tanpa
orang-orang yang mengasihi kita. Mungkin hal ini tidak akan terjadi, sebab penyesalan datangnya lambat dan selalu hadir
di belakang.
Jauhkan angan-angan untuk tinggal di sebuah panti jompo saat kita
tua, saya sudah pernah mengetahui dengan mata kepala saya sendiri bagaimana
menderitanya sebagian dari mereka yang berada di panti Jompo. Para penghuni
panti jompo tidak hanya orang-orang tua yang tidak memiliki keturunan, ironisnya ada juga
para orang tua yang sengaja di titipkan di situ oleh anak kandungnya karena
sesuatu, dan lain hal.
Kenapa semua itu sampai terjadi…??? Jawabnya adalah, kemungkinan
dari cara
mendidik anak yang salah di masa lalu Maka untuk mengantisipasi dampak
terburuk yang akan kita terima, bila kita di beri anugerah berupa anak oleh
Allah SWT, sebisa mungkin jagalah, bimbinglah ia dengan cara memberikan
pendidikan yang terbaik, khususnya dan utamanya adalah pendidikan agama, dalam
hal ini yang sesuai
dengan tuntunan Al- Qur’an, karena di dalamnya terdapat pengajaran budi pekerti, dan moral
yang di tentukan oleh Allah SWT pencipta
dari manusia itu sendiri. Cukupi kebutuhannya dengan jalan rezeki yang halal. Apa yang kita tanam kelak
itu yang akan kita petik.
SEMOGA BISA MENJADIKAN RENUNGAN
Sumber
: Jawa Pos
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Mengenai Saya
Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.