PERNIKAHAN IMPIAN BAGI WANITA


Pernikahan adalah ikatan yang suci, tujuan seorang wanita maupun pria mengakhiri masa lajangnya, untuk membentuk sebuah rumah tangga berharap mendapat  kebahagiaan di dalamnya, memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulnya sesuai tuntunan agama………….
Idealnya pernikahan di lakukan dengan seseorang yang di cintai, namun tak semua wanita memiliki keberuntungan itu, bahkan mungkin untuk sebagian wanita saat ia terpaksa harus menikah ia belum mempunyai kesiapan.  Kenapa …???  Biasanya dikarenakan beberapa factor, misalnya kehamilan dini, baik kehamilan dini hasil pergaulan bebas maupun kehamilan dini hasil pemerkosaan, dan kasus yang terbanyak di masa lalu adalah di karenakan factor di jodohkan oleh orang tua dll.  Dengan demikian untuk beberapa kasus wanita tak mempunyai hak untuk menentukan dengan siapa ia akan menikah, kapan ia akan menikah, bahkan tujuan ia menikah pun menjadi tak terpikirkan dengan matang, ataupun bahkan belum  memiliki gambaran itu.
Bagaimanakah kategori pernikahan  yang di impikan setiap wanita itu….???
Baik pria maupun wanita pastilah memiliki harapan yang sama tentang pernikahan ini, yang pertama pastilah ingin menikah dengan pujaan hatinya, seseorang yang menurutnya mampu menggetarkan sanubarinya, yang senantiasa terbayang di pelupuk mata, yang mampu menciptakan getar rindu dikala lama tak bersua, walau itu kadang hanya hitungan jam saja lho. Betul tidak…???  hehehe….
Begitu dahsyatnya rasa itu, sampai kadang membuat seseorang menjadi frustasi, orang yang pandai pun akan menjadi bodoh karenanya. Hngga segala daya dan upaya pun di lakukan demi tercapainya tujuan untuk mendapatkan cinta si pujaan hati. Jadi di sini pernikahan di landasi rasa saling mencintai. Dengan cinta  akan terbentuk rumah tangga yang kaya akan rasa kasih sayang.
Kategori pernikahan impian selanjutnya adalah adanya komitmen antara mempelai, komitmen tersebut bisa meliputi banyak hal, misalnya pembagian tugas dan tanggung jawab, pengambilan keputusan bersama dalam setiap urusan dan problem, menjaga hubungan baik antar anggota keluarga ke dua belah pihak,   dsb.
Komitmen ini bisa di ciptakan bersama, tapi tidak menutup kemungkinan akan terlahir tak terucap dari sanubari masing-masing, yakni kesetiaan, kejujuran, penghormatan dan pengorbanan terhadap pasangannya.
Tujuan yang  utama dari pernikahan adalah mempunyai keturunan, seorang wanita akan sangat merasa sebagai wanita yang paling berbahagia di dunia ini, bilamana suaminya mengiginkan memiliki keturunan terlahir dari rahimnya. Betapa merananya batin seorang wanita bilamana mengetahui ia di butuhkan hanya sebagai pelampiasan syahwat saja. Banyak kasus yang di jumpai seorang istri yang terpaksa harus memenuhi perintah suaminya untuk menggugurkan kandungannya, di karenakan sang suami merasa belum siap memiliki keturunan.
Tak kalah penting dari semua itu adalah beribadah kepada Allah SWT. Seorang istri yang baik tentu menginginkan mempunyai seorang imam yang baik dalam rumah tangganya, yang bisa di jadikan panutan dan pengayoman untuk kebutuhan spiritualnya. Dengan sikap spiritual yang bagus maka akan terbentuk rumah tangga yang berketuhanan, melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa kepada Allah  SWT.

Sisi Negative Pernikahan Paksaan
Pernikahan yang di paksakan cenderung menimbulkan bermacam gejolak di dalam rumah tangga yang di bina, pertengkaran, ketidak patuhan, kecurigaan, perselingkuhan, dan yang paling buruk adalah perceraian.
Bilamana kedua belah pihak tidak ada yang mau mengalah, maupun menyadari begitu dahsyatnya dampak dari perceraian, maka hal ini tidak mustahil akan terjadi.
Perceraian akan menimbulkan dampak yang buruk bagi psikologis semua pihak, baik  si suami, si istri dan terutama bagi anak-anak mereka.
Semua hal ini tak kan terjadi bilamana ada pemikiran yang dewasa, iman dan takwa di dalam diri, Maka begitu pentingnya ilmu agama dan moral bagi kehidupan. Sebagai benteng menghadapi arus globalisasi yang begitu mudah menyeret kea rah negative.


SEMOGA  BERMANFAAT
TERIMA  KASIH



0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.