Wanita adalah makhluk yang
mampu membolak-balikkan dunia, karena wanita memiliki daya pikat yang teramat
kuat, tanpa bekal ilmu dan ketrampilan, niscaya wanita bisa membuat kerusakan di muka bumi ini, tanpa di sadarinya.
Dalam Pandangan Islam
Islam menganut 2 hukum yakni
Al-Qur’an dan Al-Hadist. Sebagai muslim
makhluk ciptaan Allah SWT. Wanita hendaknya berusaha mempelajari dan
mengamalkan ajaran Allah SWT dalam kehidupannya, baik dalam bersikap, berperilaku,
bertutur kata, dsb.
Demikian ini untuk kebaikan
wanita sendiri, untuk membentuk karakter pribadi yang muslimah, berakhlak dan
bermoral yang baik, untuk menjaga kehormatannya, meningkatkan kualitas hidupnya,
serta akan menjauhkannya dari pelecehan terhadap pribadinya pada khususnya.
Dengan demikian wanita bisa di katakana turut memberikan andil dalam menjaga
keamanan, kebaikan, dan ketertiban dunia
pada umumnya.
Penciptaan wanita menurut
Al-Qur’an
“Wahai
manusia! Bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakanmu dari diri yang
satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa), dari
dirinya; dan dari kedunya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan
yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta,
dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan
mengawasimu.” (QS: An-Nisa : 1)
Menurut riwayat hadist, Wanita ialah makhluk Tuhan yang di ciptakan Allah s.w.t dari tulang rusuk laki-laki
(Adam)
“Sesungguhnya wanita itu
diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian atasnya, jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah,Tetapi jika engkau membiarkannya,
ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara
yang baik" (HR Bukhari)
Sebagaimana di kisahkan dalam sejarah di
ciptakannya wanita, Bermula dari Nabi Adam AS, yang menyampaikan keinginannya
kepada Allah s.w.t untuk memiliki seorang teman untuk mengusir kesepiannya, mendampinginya dan memberi kebahagiaan untuknya.
Maka sesungguhnya itulah tujuan wanita di ciptakan, untuk memberi
rasa tentam dan nyaman, (bagi pasangan yang halal baginya). Dalam hal ini Islam
mengisyaratkan pernikahan, dan sangat
mengharamkan hidup berpasangan tanpa ikatan pernikahan (kumpul kebo).
Wanita di ciptakan tidak sama persis dengan laki-laki,
sebagaimana firman Allah SWT :
( وَلَيْسَ الذَّكَرُ
كَالأنْثَى)
”Dan
laki-laki tidaklah sama seperti perempuan”(QS. Ali Imran: 36)
Ini menunjukkan bahwa ada
perbedaan yang mendasar antara wanita dan laki-laki, sebagaimana kita ketahui,
wanita memiliki perasaan yang lebih lembut, ia mendapat keringanan dalam hal
beribadah, karena wanita bisa mengalami haid, wanita bisa melahirkan, dan masih banyak lagi perbedaan yang lainnya
antara wanita dan laki-laki.
Islam juga memiliki berbagai
aturan bagi wanita, misalnya wajib menjaga
auratnya, dan menurut terhadap imam dalam rumah tangganya.
Meski demikian Allah SWT tidak membedakan
kasih sayang-Nya antara wanita dan laki-laki.
Bahkan banyak keistimewaan yang di
karuniakan Allah SWT untuk kaum wanita.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal shalih, baik
laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke
dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (An-Nisa’:
124).
Rasulullah
SAW bersabda, "Dunia adalah
perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR.
Muslim)
Islam tidak
membenarkan wanita mengikuti nama
suaminya, sehingga nama sang istri tidak begitu dikenal, demikian juga nasab
dan marganya, tetapi cukup dikatakan "fulanah istrinya si fulan."
(tradisi barat)
Adapun Islam
telah menempatkan kepribadian wanita secara mandiri. Oleh karena itu kita
mengenal istri-istri Rasul SAW dengan nama-nama dan nasabnya seperti: Khadijah
binti Khuwailid, Aisyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar, Maimunah binti Al
Harits dll.
Masih banyak lagi kemuliaan wanita dalam
pandangan Islam, seperti surga itu di bawah telapak kaki Ibu dsb.
Zaman sebelum
Islam, di sebut zaman jahiliyah, keadaan wanita sangatlah buruk dan hina, lebih
hina dari binatang sekalipun.
“Dan apabila seorang dari
mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitam-merah padamlah
wajahnya dan dia sangat bersedih (marah). Ia menyembunyikan dirinya dari orang
banyak disebabkan "buruk"-nya berita yang disampaikan kepadanya itu.
(Ia berpikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah
menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup). Ketahuilah! Alangkah buruk apa
yang mereka tetapkan itu” (QS 16:58-59)
Maka harusnya
wanita muslim wajib mensyukuri akan datangnya ajaran Islam, karena Islam
membawa risalah dari Allah SWT, yang mengangkat derajat wanita dari kehinaan.
Dalam
Pandangan Modern
Wanita
memiliki hak untuk di sejajarkan dengan kaum pria, dengan kata lain tidak boleh
ada perbedaan apapun antara wanita dan pria dalam melakukan segala aktifitas yang
di inginkan, seperti pekerjaan, kebebasan, dan masih banyak lagi.
Jadi intinya
wanita tak mau lagi di kekang dalam urusan rumah tangga, ia tak mau lagi
menyusui anaknya, bahkan untuk mengandung dan melahirkan sudah ada yang tak mau lagi bersusah payah, dengan jalan
operasi meski melahirkan secara normal tak ada resiko bagi keselamatannya,
lebih parah lagi sudah ada yang mulai memilih
mengontrak rahim wanita lain untuk mengandung anaknya.
Wanita bebas
memamerkan auratnya sesuka mereka di
manapun ia berada, bahkan setiap lekuk tubuhnya tak lagi risih bila terpampang
di berbagai media, bebas berpasangan dengan laki- laki yang tak halal baginya,
bila tak mengiginkan janin yang di kandungnya tinggal aborsi saja. Wanta sibuk
bersolek mempercantik dirinya dengan tujuan yang sama sekali bukan untuk
mencari ridha Allah SWT, ia di eksploitasi tapi tidak merasa.
Wanita mulai
menggunakan nama suaminya di belakang namanya, bahkan sebutan atau nama
panggilannya berubah mengikuti nama suaminya. Masyarakat umum sudah membiasakan
hal itu, dan tak ada yang berusaha mengingatkan maupun melarang. Bahkan malah
mengamini.
Kesimpulan dan Renungan
Wanita
tetaplah wanita karena memang itulah kodratnya, ia tak bisa memungkiri hal itu,
karena ia akan mengalami haid, mengandung, melahirkan, dan menyusui anaknya.
Bukankah begitu…???
Demikianlah
pemaparan tentang citra wanita dalam pandangan Islam, yang begitu mengatur
wanita demi kebaikan dan kemuliannya sendiri. Serta pandangan orang
dan wanita modern yang mulai lupa akan jati dirinya, yang tak mau di ribetkan
dengan aturan agama.
Semua itu tak lepas karena sedikitnya ilmu pengetahuannya
tentang agama, atau bahkan memang sengaja mengingkarinya, dan yang demikian ini
sumber dari malapetaka, awal dari kerusakan di muka bumi
Wanita apa
yang kau inginkan untuk pribadimu dan dunia…??? Semua terserah keputusanmu.
SEMOGA BERMANFAAT & MENDAPAT KEBERUNTUNGAN
Terima kasih
0 komentar:
Posting Komentar