Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

TANAMAN TERBAIK BEKAL HARI TUA


Bila muncul tren wanita tak lagi mau menikah, apalagi  melahirkan, maka akan menimbulkan dampak serius di masa mendatang untuk keberlangsungan suatu kaum atau Bangsa. Hal ini di  mungkinkan salah satu penyebabnya adalah karena semakin tipisnya keimanan kaum wanita, sehingga mulai melupakan kodratnya sendiri sebagai wanita, juga bisa di sebabkan banyak factor yang lain.
Tuntutan kebutuhan hidup yang semakin tinggi, menjadikan manusia berlomba-lomba untuk bekerja demi memenuhi kebutuhannya, tak terkecuali wanita, di tambah budaya modern yang sangat menyuguhkan beragam cara hidup yang membuat wanita terlena dan asyik terjebak di dalamnya. Sehingga berumah tangga dan memiliki momongan menjadi suatu momok yang harus di hindari, karena akan membelit wanita dengan beragam persoalan yang sedini mungkin harus di hindari bagi mereka, demi mereguk kepuasan hidup yang bisa di katakana semu adanya.
 Dunia modern utamanya di Negara-negara maju memiliki semboyan  hidup yang mengabdikan diri untuk berlomba menarget akan  pencapaian karier, kekayaan, keangkuhan, dan ragam pencapaian yang lain. Sehingga memiliki kecenderungan memperbudak manusia  berkarakter individualis, melakukan persaingan yang tidak sehat, dan yang terparah adalah bila sudah menjadikan waktu sebagai Tuhan.
Waktu adalah sesuatu yang paling di hargai, sehingga kehadiran pendamping hidup dalam ikatan pernikahan, terlebih seorang bayi hanya akan menghabiskan waktu, tenaga dan biaya. Kenapa waktu….??? Karena dengan memiliki seseorang yang harus di rawat, maka akan sangat menyita waktu dan perhatian, menjadikan beban kerja bertambah, konsentrasi di tempat kerja terganggu, bahkan  terpaksa harus meninggalkan pekerjaan untuk beberapa waktu untuk cuti hamil dan memulihkan diri pasca persalinan. Pengeluaran bertambah untuk kebutuhan merawat bayi, karena harus mencari asisten rumah tangga, atau menitipkannya di semacam Taman Penitipan Anak.  Bila biaya yang di keluarkan tak sebanding  dari gaji yang diperoleh di tempat kerja, maka mau tidak mau, seorang Ibu bahkan harus rela meninggalkan pekerjaannya untuk merawat bayinya. Karena itu waktu menjadi factor penentu dari segala sebab akibat yang di timbulkan.
Wanita modern umumnya di negara-negara maju cenderung akan lebih memilih mempertahankan karir daripada di ribetkan dengan tetek bengek hal semacam itu, dia tidak akan rela bila karir bagus yang sudah di dapat dengan berbagai rintangan dan persaingan terganggu, bahkan di mungkinkan lepas begitu saja karena proses hamil dan  melahirkan, atau menjadi seorang Ibu.
Budaya wanita modern semacam ini membuat beberapa negara maju memutuskan mengambil bermacam kebijakan memberikan bermacam fasilitas dan tunjangan bagi penduduknya yang bersedia mempunyai anak, demi menanggulangi dampak buruk yang akan dialami negaranya bila mayoritas penduduknya dalam hal ini wanitanya tidak bersedia untuk melahirkan, untuk menjaga keseimbangan antara populasi penduduk usia lanjut, usia produktif dan anak-anak.
Bermacam dampak dari menurunnya jumlah angka kelahiran pada suatu negara yang berkelanjutan, menurut sumber yang saya baca adalah, melambatnya potensi pertumbuhan ekonomi, yang di kenal dengan istilah GDP (gross domestic product) di sebabkan daya konsumsi masyarakat  rendah, menjadikan pasar lesu dan biaya standar hidup pun akan mengalami penurunan. Dampak lainnya, dana pensiun dan biaya untuk kesejahteraan sosial akan meningkat, sementara pajak yang di hasilkan dari penduduk usia produktif menurun, demikian juga alokasi kesehatan untuk para lansia akan meningkat.
Jika kita mau merenungi bagaiman masa depan kita tanpa seorang anak, siapa yang akan merawat kita bila tiba masanya kita menjadi tua dan rapuh, sudah tak sanggup lagi berbuat apa-apa untuk diri kita, tanpa orang-orang yang mengasihi kita. Mungkin hal ini tidak akan terjadi, sebab  penyesalan datangnya lambat dan selalu hadir di belakang.
Jauhkan angan-angan untuk tinggal di sebuah panti jompo saat kita tua, saya sudah pernah mengetahui dengan mata kepala saya sendiri bagaimana menderitanya sebagian dari mereka yang berada di panti Jompo. Para penghuni panti jompo tidak hanya orang-orang tua yang tidak memiliki keturunan, ironisnya ada juga para orang tua yang sengaja di titipkan di situ oleh anak kandungnya karena sesuatu, dan lain hal.
Kenapa semua itu sampai terjadi…??? Jawabnya adalah, kemungkinan dari cara mendidik anak yang salah di masa lalu  Maka untuk mengantisipasi dampak terburuk yang akan kita terima, bila kita di beri anugerah berupa anak oleh Allah SWT, sebisa mungkin jagalah, bimbinglah ia dengan cara memberikan pendidikan yang terbaik, khususnya dan utamanya adalah pendidikan agama, dalam hal ini yang sesuai dengan tuntunan Al- Qur’an, karena di dalamnya  terdapat pengajaran budi pekerti, dan moral yang di tentukan oleh  Allah SWT pencipta dari manusia itu sendiri. Cukupi kebutuhannya dengan jalan  rezeki yang halal. Apa yang kita tanam kelak itu yang akan kita petik.



SEMOGA BISA MENJADIKAN RENUNGAN


Sumber : Jawa Pos



Diberdayakan oleh Blogger.